Akhirnya kelar juga….. seperti biasa, kesibukan di akhir semester. Kejar tayang nilai akhir semester en persiapan ngajar semester depan. Di sela2 itu seperti biasa, banyak terima mahasiswa yang menghadap karena tidak puas dengan nilainya. Dan seperti biasa pula, mereka ngeloyor pergi seraya minta maap begitu takperlihatkan data2 rekapitulasi nilai selama satu semester. Yang agak berat barangkali saat mahasiswa yang datang menghadap adalah mahasiswa yang minta konsultasi mengenai Tugas Akhir-nya yang belum beres dan beliaunya berada diambang DO. Dosen acapkali ditempatkan pada posisi yang serba salah. Antara idealisme, humanisme, dan kepentingan politik. Kalo idealis, jelas tidak ada ampun bagi beliau. Langsung kres…kress…. Habis perkara. Kualitas lulusan tetap terjaga. Tapi kalau berbicara tentang toleransi yang amat sarat dengan humanisme...... wah, tidak bisa begitu. Bertahun-tahun beliau kuliah lengkap dengan perjuangan dan lika-likunya. Bertahun-tahun beliau menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya untuk kuliah. Lalu tiba2 di-cut di ujung perjuangan. Menyakitkan bukan?..... tapi kenapa bisa begitu? Kemanakah beliau selama ini? Mengapa kuliah dan tugas2nya tidak diselesaikan dengan baik? Siapa yang bertanggung jawab? Dosenkah?
Belum lagi kalau berurusan dengan perpolitikan dalam negeri lembaga. Duh, repotnya. “Begini, Pak…. Jika mahasiswa bimbingan Bapak ini kita DO, maka langsung atau tidak reputasi lembaga yang kita cintai ini akan terpengaruh. Padahal tahun kemarin Pak Rahmawan sudah men-DO satu mahasiswanya, kan?” Hahaha….. berat juga jadi idealis sejati. Tampaknya bapak ini takut jabatannya tercemar akibat adanya mahasiswa yang DO. Ah, biarin aja…… So, what gitu loh…..
PsikoInterior
Setiap hari, setiap waktu, kita berada dalam sebuah 'ruang'. Ruang yang secara fisik dibatasi oleh dinding, lantai, dan langit-langit. Ada perbedaan antara ruang eksterior dan ruang interior. Perbedaan itu terletak pada materi pembentuknya, antara dinding, lantai dan langit-langit.
Tanpa sadar ruang di sekeliling kita memberikan pengaruh bagi perilaku kita sehari-hari. Kadang-kadang bahkan kita yang mempengaruhi ruang di sekitar kita. Bagaimana dinamika pengaruh-mempengaruhi antara manusia dan ruang dimana ia hidup?
Saturday, January 27, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



Pak Dosen.....Bangsa Ini menuju Kehancurannya karena mulai kehilangan Idealisme kita
ReplyDelete