Wednesday, June 10, 2009

Home Accessories Membuat Ruang Tampak Idiosinkratis

Rahmawan D. Prasetya

Pengertian home accessories pada dasarnya mengacu pada aksesori interior yang ditempatkan pada ruang-ruang rumah tinggal. Allen dan Stimpson dalam bukunya yang berjudul Beginnings of Interior Environment, mengatakan bahwa secara umum interior accessories adalah suatu objek yang biasanya berukuran relatif lebih kecil daripada perlengkapan utama ruang lainnya. Home accessories dengan demikian adalah objek yang berukuran lebih kecil daripada perlengkapan utama yang ditempatkan dalam sebuah ruang tempat tinggal/residensial. Home accessories biasanya digunakan untuk menambah kualitas ruang dan melengkapi penataan ruang yang ada. Kadang-kadang bahkan beberapa jenis home accessories dijadikan sebagai focal point ruang.

Menurut fungsinya, home accessories dibagi menjadi dua, yaitu functional accessories dan decorative accessories. Functional accessories adalah aksesori ruang yang dipilih berdasarkan aspek fungsi atau kegunaan. Tentu saja, sekalipun aspek fungsi lebih diutamakan, aspek yang lain seperti estetika juga menjadi bahan pertimbangan. Beberapa aksesori ruang yang termasuk dalam kategori ini adalah gantungan handuk, perlengkapan plumbing (kran, shower, dan sebagainya), kaca cermin, lampu, jam dinding, asbak, nampan, dan lain-lain.

Picture: Mary Gilliat's Interior Design Course

Decorative accessories secara umum tidak memberikan nilai lain selain kepuasan dari kualitas estetikanya. Aksesori ruang yang tergolong ke dalam klasifikasi ini dirancang memang hanya semata-mata sebagai elemen estetis ruang. Benda-benda seni seperti lukisan, patung, atau relief memang tidak ada fungsi lain selain untuk penambah kualitas ruang dari segi estetika.

Keberadaan aksesori ruang di rumah tinggal sangat dibutuhkan. Sebuah ruang tampak ’lugu’ jika hanya diisi oleh mebel-mebel utama dan mebel-mebel pendukung saja. Perlu ada aksesori yang dipilih dengan citarasa estetik dan ditata dengan sebuah sentuhan yang tepat yang akan membuat ruang menjadi tampak lebih menyenangkan dan memiliki kesan. Orang cenderung akan betah berlama-lama di dalam ruangnya jika ia bisa duduk nyaman sambil menikmati lukisan atau benda-benda seni di sekitarnya.
Apabila pencahayaan yang baik, komposisi warna yang tepat, dan treatment terhadap jendela dan lantai yang juga baik, serta pemilihan cerdas furnitur dan upholstery-nya membuat sebuah ruang menjadi nyaman, maka lukisan dinding, benda seni, tanaman bunga, dan pernik-pernik aksesori lainnya membuat ruang tampak spesial, idiosyncratic (istimewa) dan memorable (mengesankan). Untuk sebuah ruang yang benar-benar bersifat pribadi, objek aksesori yang dipilih harus bersifat personal dan semata-mata untuk kepentingan penghuninya. Pemilihan aksesori harus melalui pertimbangan yang hati-hati dan diletakkan dengan alasan yang tepat, tidak hanya semata-mata untuk mengisi kekosongan ruang saja.

Artikel ini dimuat di Harian Jogja, 3 Mei 2009

No comments:

Post a Comment

PsikoInterior

Setiap hari, setiap waktu, kita berada dalam sebuah 'ruang'. Ruang yang secara fisik dibatasi oleh dinding, lantai, dan langit-langit. Ada perbedaan antara ruang eksterior dan ruang interior. Perbedaan itu terletak pada materi pembentuknya, antara dinding, lantai dan langit-langit.

Tanpa sadar ruang di sekeliling kita memberikan pengaruh bagi perilaku kita sehari-hari. Kadang-kadang bahkan kita yang mempengaruhi ruang di sekitar kita. Bagaimana dinamika pengaruh-mempengaruhi antara manusia dan ruang dimana ia hidup?

Powered By Blogger